Hong Kong akan mempromosikan layanan profesionalnya di Indonesia dan Malaysia terkait dengan infrastruktur dan konstruksi, serta menjajaki peluang kerja sama.
Jakarta/Kuala Lumpur (Xinhua/Indonesia Window) - Pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong akan mempromosikan layanan profesionalnya di Indonesia dan Malaysia terkait dengan
infrastruktur dan konstruksi, serta menjajaki peluang kerja sama.
Komisaris pemerintah SAR Hong Kong untuk Sabuk dan Jalur Sutra Nicholas Ho memimpin delegasi dalam kunjungan ke kedua negara antara 23 hingga 26 Juni guna mempelajari perkembangan ekonomi dan infrastruktur terkini serta menjajaki peluang bagi layanan profesional Hong Kong untuk berpartisipasi dan berkontribusi.
Selama kunjungan tersebut, perwakilan Hong Kong menandatangani 21 nota kesepahaman (MoU) dengan mitra mereka di Indonesia dan Malaysia, yang mencakup bidang kolaborasi bisnis dan pertukaran layanan profesional.
Selama berada di Jakarta, Ho mengunjungi sebuah pusat data, proyek pengembangan investasi perusahaan Hong Kong, untuk mempelajari bagaimana pusat data berkontribusi terhadap pengembangan Jalur Sutra Digital dalam mempromosikan konektivitas.
"Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) merupakan mitra dagang terbesar kedua Hong Kong sekaligus mata rantai utama dalam Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/
BRI). Indonesia dan Malaysia sama-sama tengah menjalani pembangunan infrastruktur yang pesat, dan ada permintaan besar untuk layanan profesional dalam proyek-proyek berskala besar seperti ibu kota baru Nusantara (IKN) di Indonesia dan sistem angkutan cepat massal di Malaysia," kata Ho.
Hong Kong, sebagai "penghubung super" dan "penambah nilai super," terhubung dengan standar internasional di berbagai bidang seperti pembiayaan, hukum, teknik konstruksi, manajemen proyek, logistik dan transportasi, serta teknologi inovatif, kata Ho.
Ho mengatakan bahwa Hong Kong juga memiliki banyak profesional yang berpengalaman, terutama dalam menjalankan kemitraan publik-swasta dalam proyek infrastruktur, sehingga menghadirkan ruang yang luas untuk berkolaborasi dengan Indonesia dan Malaysia guna meraih peluang yang dihadirkan oleh BRI.
Dia menambahkan bahwa sebagai pusat keuangan dan perdagangan internasional, Hong Kong memiliki keunggulan konvergensi modal dan tenaga profesional berbakat, dan berkomitmen untuk memainkan perannya secara penuh sebagai platform fungsional bagi BRI.
Laporan: Redaksi