Investor miliarder Amerika Serikat Warren Buffett memperingatkan tentang tarif dan proteksionisme, menegaskan perdagangan seharusnya tidak menjadi senjata.
New York City, Amerika (Xinhua) – Investor miliarder Amerika Serikat (AS) Warren Buffett pada Sabtu (3/5) memperingatkan tentang
tarif dan proteksionisme.
"Perdagangan seharusnya tidak menjadi senjata," ujar ketua dan CEO Berkshire Hathaway, Buffett, dalam pertemuan pemegang saham tahunan perusahaan itu, yang diadakan di Omaha, Nebraska.
"Menurut saya, adalah sebuah kesalahan besar jika Anda memiliki 7,5 miliar orang yang tidak terlalu menyukai Anda, dan Anda memiliki 300 juta orang yang berkoar-koar dengan berbagai cara tentang betapa bagusnya kinerja mereka – saya rasa itu tidak benar, dan saya rasa itu tidak bijaksana," ujar Buffett.
"Saya rasa semakin makmurnya bagian dunia lain, tidak akan merugikan kita, kita akan semakin makmur, dan kita akan merasa lebih aman, dan anak-anak kita juga akan merasakan hal yang sama suatu hari nanti," imbuh Buffett.
Pendapatan operasional Berkshire Hathaway turun 14 persen menjadi 9,64 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2025, dengan kerugian lebih dari 700 juta dolar AS terkait dengan selisih kurs.
*1 dolar AS = 16.493 rupiah
"Hasil operasi periodik kami mungkin akan terpengaruh di masa depan oleh dampak dari peristiwa-peristiwa makroekonomi dan geopolitik yang sedang berlangsung, serta perubahan-perubahan pada faktor-faktor atau peristiwa-peristiwa yang spesifik pada industri atau perusahaan," ujar
Berkshire Hathaway dalam laporan keuangan triwulanan yang dirilis pada Sabtu.
"Laju perubahan dalam peristiwa-peristiwa ini, termasuk kebijakan dan tarif perdagangan internasional, meningkat pada 2025. Ketidakpastian yang cukup besar masih ada terkait hasil akhir dari peristiwa-peristiwa ini," kata perusahaan itu.
Laporan: Redaksi