Israel menyerbu pusat Kota Ramallah dan menyerang beberapa toko serta gerai penukaran uang, menuduh mereka mentransfer dana ke Hamas.
Ramallah, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Tentara Israel menarik mundur pasukannya dari
Kota Ramallah di Tepi Barat bagian tengah pada Selasa (26/8) setelah melakukan serangan skala besar pada Selasa pagi, menurut sejumlah sumber Palestina.
Pasukan keamanan Palestina mengatakan bahwa pasukan Israel menyerbu pusat Kota Ramallah dan menyerang beberapa toko serta gerai penukaran uang.
Sejumlah sumber lokal melaporkan bahwa beberapa warga Palestina ditangkap dalam penyerbuan di gerai-gerai penukaran uang di Ramallah dan al-Bireh.
Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, sebanyak 20 warga Palestina terluka dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang tertembak di bagian punggung dan dua wanita hamil yang mengalami sesak napas.
Cuplikan video yang beredar di media sosial menunjukkan
kendaraan militer Israel menyerbu pusat Kota Ramallah dan menembakkan peluru aktif serta tabung gas air mata, yang memicu kepanikan di kalangan penduduk, khususnya di kawasan komersial tempat lembaga-lembaga resmi Palestina berada.
Sejumlah sumber mengonfirmasi bahwa pasukan Israel kemudian mundur dari pusat kota tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengatakan bahwa pasukannya dan pasukan Polisi Perbatasan Israel melakukan serangan tertarget terhadap gerai-gerai penukaran mata uang yang mentransfer dana ke Hamas di pusat Kota Ramallah pada Selasa pagi.
"Dalam operasi tersebut, lima buronan yang diduga terlibat kegiatan terorisme berhasil ditangkap dan diserahkan untuk diproses lebih lanjut oleh aparat keamanan. Selain itu, ratusan ribu shekel yang diidentifikasi sebagai dana untuk teroris juga disita," sebut IDF.
Gubernur Ramallah dan al-Bireh Laila Ghanem mengecam operasi militer tersebut dalam sebuah pernyataan singkat. Dia mengatakan Israel "tidak akan berhasil mematahkan tekad rakyat Palestina melalui penyerbuan dan penangkapan."
Laporan: Redaksi