Kegiatan-kegiatan KPMI Bogor telah membantu dan mendukung program kerja Pemerintah Kabupaten Bogor, terutama terkait pengembangan ekonomi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Koordinator Wilayah (Korwil) Bogor telah membantu dan mendukung program kerja Pemerintah Kabupaten Bogor, terutama terkait pengembangan ekonomi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Ridwan Said, dalam pertemuan dengan para pengurus KPMI Korwil Bogor, di Bogor, Rabu (23/7).
“Pemerintah merasa sangat terbantu dengan adanya KPMI Korwil Bogor dan kegiatan-kegiatannya yang mendukung para pelaku UMKM,” ujarnya, seraya berharap pemerintah, khususnya Disbudpar, dapat menjalin kerja sama dan berkolaborasi lebih erat dengan organisasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ridwan mengapresiasi misi dan sejumlah gagasan pengembangan ekonomi yang disampaikan oleh para pengurus KPMI Korwil Bogor.
“Dengan berbagai bidang kerja yang ada di KPMI Bogor ke depannya kita bisa kerja sama dalam kegiatan pembinaan UMKM atau bimtek (bimbingan teknis) bagi para pelaku usaha di Bogor,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua KPMI Korwil Bogor, Nanang Suriyana, menguraikan empat pilar organisasi yang berdiri pada 2010 itu, yakni edukasi dan literasi, produksi dan operasional, pemasaran produk halal, dan pembiayaan usaha.
“Semua kegiatan KPMI kami jalankan dengan mengacu pada empat pilar ini, seperti
event besar tahunan yang baru-baru ini diselenggarakan, yakni Muslim LifeFair di Vivo Mall Bogor,” katanya.
Ketua KPMI Korwil Bogor, Nanang Suriyana, dalam pertemuan dengan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor dan jajarannya, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/7/2025). (Indonesia Window)
Acara tersebut, lanjut Nanang, mengumpulkan para pengusaha UMKM yang bergerak di berbagai bidang, termasuk fesyen, kuliner, jasa kesehatan dan pendidikan, serta komunitas dan lembaga keuangan, untuk saling membangun jejaring bisnis dan menguatkan ekosistem industri halal, sembari memasarkan produk-produk mereka.
Selain itu, ada juga program-program acara kajian oleh para ulama yang membahas fiqih muamalah, bertujuan untuk membentuk pribadi-pribadi para pengusaha Muslim yang amanah dan jujur sesuai prinsip-prinsip Syariat Islam.
“Alhamdulillah, Muslim LifeFair di bulan Juni lalu mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dan animo masyarakat juga cukup besar,” ucap Nanang.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Pariwisata Ekonomi Kreatif (SDMPE), Adies Fitri, juga mengapresiasi
kegiatan-kegiatan KPMI Korwil Bogor, dan berharap agar para pelaku usaha ekonomi kreatif juga dapat berkembang.
“Saat ini kita sedang mengusahakan agar produk-produk ekraf Bogor bisa menembus pasar luar negeri, melalui partisipasi di Trade Expo Indonesia bulan Oktober nanti,” ucapnya.
Subsektor ekonomi kreatif di Indonesia mencakup pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film, animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, dan aplikasi.
Laporan: Redaksi