Larangan penerbangan drone di dalam kawasan objek wisata Jiutianfenglian di Kota Zhangjiajie, Provinsi Hunan, China tengah, bertujuan melindungi keanekaragaman hayati dan meminimalkan gangguan serta kerusakan pada habitat dan perkembangbiakan burung.
Changsha, China (Xinhua) – Menyusul sejumlah serangan burung pemangsa terhadap
drone udara baru-baru ini, sebuah objek wisata di Kota Zhangjiajie, Provinsi Hunan, China tengah, mengeluarkan larangan menerbangkan
drone guna
melestarikan keanekaragaman hayati dengan lebih baik.
Menerbangkan segala jenis
drone sayap putar di dalam kawasan objek wisata Jiutianfenglian saat ini telah dilarang untuk melindungi keanekaragaman hayati dan meminimalkan gangguan serta kerusakan pada habitat dan perkembangbiakan burung, kata biro kehutanan wilayah Sangzhi.
Pada 10 Mei, seorang pilot
drone sedang merekam video di kawasan objek wisata itu dan seekor burung pemangsa tiba-tiba menyambar
drone tersebut. Pada 14 Mei, sebuah
drone lain yang dikerahkan untuk menemukan
drone yang hilang itu juga disambar oleh seekor
burung pemangsa, tak lama setelah lepas landas.
Penyerangan
drone yang dilakukan oleh burung pemangsa kemungkinan terjadi karena burung tersebut mengira
drone sebagai "mangsa" atau "penyusup" yang memasuki wilayah mereka, kata Jiang Fangming, seorang pejabat di biro kehutanan Zhangjiajie.
Beberapa wisatawan dan pecinta fotografi aerial kerap menerbangkan
drone untuk merekam video dari objek-objek wisata yang jarang dikunjungi, seperti pegunungan, ngarai, dan danau. Namun, mereka tidak mengetahui bahwa
drone dapat berbahaya bagi burung, kata Deng Xuejian, seorang profesor di Fakultas Ilmu Kehidupan di Hunan Normal University.
Gangguan yang disebabkan
drone dapat memengaruhi aktivitas normal beberapa burung kecil dan berpotensi melukai burung besar seperti elang jika burung tersebut menyerang
drone, tambah Deng.
Burung kirik-kirik laut (merops philippinus) jantan (kanan) memberi makan burung kirik-kirik laut betina di Xiamen, Provinsi Fujian, China tenggara, pada 20 Mei 2023. Burung kirik-kirik laut berada di bawah perlindungan nasional Kelas Dua di China. (Xinhua/Wei Peiquan)
Pihak mana pun yang melanggar larangan tersebut akan mendapat sanksi dari departemen-departemen terkait sesuai dengan undang-undang, sedangkan bagi penerbangan
drone untuk keperluan bisnis resmi hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan izin, demikian disampaikan biro kehutanan wilayah Sangzhi.
Laporan: Redaksi