Percobaan pembunuhan yang menargetkan Presiden AS Donald Trump tahun lalu telah mengungkap "beberapa kegagalan yang tidak dapat diterima" dalam disiplin Dinas Rahasia (Secret Service) AS.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window – Sebuah laporan Senat Amerika Serikat (AS) tentang percobaan pembunuhan yang menargetkan
Presiden AS Donald Trump tahun lalu telah mengungkap "beberapa kegagalan yang tidak dapat diterima" dalam disiplin Dinas Rahasia (
Secret Service) AS.
Laporan tersebut muncul setahun setelah Trump, yang saat itu masih menjadi kandidat presiden, terserempet peluru ketika seorang pria bersenjata berusia 20 tahun melepaskan delapan tembakan ke arahnya dalam sebuah kampanye di Butler, Pennsylvania.
Pria bersenjata itu kemudian tewas ditembak oleh penembak jitu. Namun penembakan tersebut, yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya, mengungkap kelalaian Dinas Rahasia AS dalam perencanaan dan respons, kata laporan tersebut, dan menyerukan tindakan disipliner yang lebih keras.
"Apa yang terjadi tidak dapat dimaafkan, dan konsekuensi yang dijatuhkan atas kegagalan tersebut sejauh ini tidak mencerminkan parahnya situasi," ujar laporan dari Komite Urusan Keamanan Dalam Negeri dan Pemerintahan Senat.
"Ini bukan hanya satu kesalahan dalam penilaian. Ini adalah kegagalan total dalam hal keamanan di setiap tingkat, yang dipicu oleh ketidakpedulian birokrasi, kurangnya protokol yang jelas, dan penolakan yang mengejutkan untuk bertindak terhadap ancaman langsung," kata Rand Paul, ketua komite dari Partai Republik, dalam sebuah pernyataan.
Menyebutkan bahwa Dinas Rahasia AS menyadari adanya seseorang yang mencurigakan "hampir 45 menit sebelum tembakan dilepaskan, dan gagal bertindak," laporan tersebut mencatat serangkaian kesalahan yang mengekspos "pola kegagalan komunikasi dan kelalaian yang mengganggu hingga berujung pada tragedi yang sebenarnya dapat dicegah."
"Kita harus meminta pertanggungjawaban individu dan memastikan reformasi diimplementasikan sepenuhnya, sehingga hal ini tidak akan terjadi lagi," kata Paul.
Direktur Dinas Rahasia AS kala itu, Kimberly Cheatle, mengundurkan diri setelah penembakan tersebut, dan enam agen lain yang bertugas menerima skorsing dari 10 hingga 42 hari, demikian ungkap badan tersebut pada Kamis (10/7).
Namun tidak ada yang dipecat, dan hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari yang direkomendasikan oleh komite.
Laporan: Redaksi