Perusahaan-perusahaan Italia yang terdampak tarif Trump sebagian besar adalah usaha mikro dan kecil yang beroperasi di sektor-sektor bernilai tambah tinggi seperti industri minuman, produk logam, farmasi, mebel, perdagangan retail, dan produk-produk yang berhubungan dengan transportasi selain kendaraan bermotor.
Roma, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 6.000 perusahaan Italia terdampak langsung oleh
risiko tarif Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi, menurut sebuah laporan yang dirilis pada Rabu (16/7) oleh Badan Perdagangan Italia (
Italian Trade Agency/ITA).
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (12/7) mengumumkan keputusan untuk memberlakukan tarif 30 persen untuk impor dari Uni Eropa (UE) dan Meksiko mulai 1 Agustus.
Laporan ITA mengatakan perusahaan-perusahaan yang terdampak sebagian besar adalah usaha mikro dan kecil yang beroperasi di sektor-sektor bernilai tambah tinggi seperti industri minuman, produk logam, farmasi, mebel, perdagangan retail, dan produk-produk yang berhubungan dengan transportasi selain kendaraan bermotor.
Laporan tersebut memperkirakan nilai ekspor dari perusahaan-perusahaan itu ke AS mencapai lebih dari 11 miliar euro.
*1 euro = 18.924 rupiah
Asosiasi untuk Pengembangan Industri di Mezzogiorno (SVIMEZ) awal pekan ini juga memperingatkan soal potensi dampak dari tarif tersebut, dengan memperkirakan penurunan 0,5 persen dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Italia pada 2026 dan potensi hilangnya hingga 150.000 pekerjaan.
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani pada Senin (14/7) mengatakan Uni Eropa sedang bersiap memberlakukan tarif balasan senilai miliaran euro untuk barang-barang AS jika negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara kedua belah pihak gagal menghasilkan kesepakatan.
Laporan: Redaksi