Simulan tanah Mars yang diberi kode UPRS-1 ini hampir meniru persis sifat fisik, kimia, spektral, dan mekanis tanah Mars berdasarkan data in-situ yang diperoleh dari wahana penjelajah Mars China, Zhurong, milik Misi Tianwen-1 dan wahana pendarat Viking-2 milik NASA.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim ahli geologi China menciptakan simulan (simulant) tanah Mars yang hampir menyerupai tanah Utopia Planitia, sebuah terobosan ilmiah yang dapat memiliki signifikansi besar untuk eksplorasi Mars di masa depan, termasuk misi pengembalian sampel Mars yang ambisius oleh China.
Simulan yang diberi kode UPRS-1 ini hampir meniru persis sifat fisik, kimia, spektral, dan mekanis tanah Mars berdasarkan data
in-situ yang diperoleh dari
wahana penjelajah Mars China, Zhurong, milik Misi Tianwen-1 dan wahana pendarat Viking-2 milik NASA, yang keduanya mendarat di wilayah Utopia Planitia di Planet Merah tersebut.
Diterbitkan di jurnal ilmu planet Icarus, terobosan ini mengisi kekosongan dalam penelitian eksplorasi antariksa dengan menyediakan simulan tanah untuk dataran rendah Mars bagian utara, sebuah area yang sebelumnya terlewatkan dalam pengembangan simulan, karena pengembangan tersebut berfokus pada dataran tinggi di bagian selatan.
Utopia Planitia, sebuah cekungan besar berdiameter sekitar 3.300 km yang dihasilkan dari tumbukan, menjadi tempat pendaratan wahana penjelajah Zhurong milik China pada 2021. Cekungan ini merupakan wilayah geologis penting di Mars yang mungkin menyimpan bukti keberadaan air di Mars.
Tim peneliti interdisipliner dari Institut Geologi dan Geofisika (Institute of Geology and Geophysics/IGG) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), termasuk Li Shouding, Li Juan, dan Lin Honglei, menganalisis data dari serangkaian instrumen Zhurong. Instrumen tersebut mendeteksi adanya mineral-mineral terhidrasi, seperti gipsum dan lempung, yang merupakan tanda-tanda aktivitas air cair di masa lampau dan membuat wilayah Mars ini sangat berharga untuk dipelajari.
Guna menciptakan komposisi tanah yang unik dari wilayah ini, tim ahli geologi menggunakan pendekatan inovatif dengan menggabungkan keahlian geologi dengan ilmu planet.
Mereka memulai dengan basal yang dihancurkan dari Provinsi Shandong, China timur, sebagai material dasar, kemudian secara tepat mencampurkannya di dalam formula mineral tertentu, urai penelitian tersebut.
Setelah langkah ini, campuran tersebut menjalani analisis dan penyesuaian untuk meniru sifat spektral, fisik, mekanis, dan kimia tanah yang ditemukan di Utopia Planitia di Mars. Simulan tersebut menunjukkan kemiripan keseluruhan sebesar 86,1 persen dalam berbagai properti jika dibandingkan dengan regolit sebenarnya yang diambil dari Utopia Planitia.
Tim ini melakukan pengujian yang berpresisi terhadap UPRS-1 untuk memastikan sifat mekanisnya dapat mereplikasi parameter-parameter penting tanah di Mars, yang akan membantu para engineer merancang wahana pendarat dan penjelajah yang lebih andal untuk misi di masa depan.
UPRS-1 dirancang untuk menjawab tantangan lama dalam eksplorasi antariksa yang menjadi fokus menyusul kesulitan pengeboran tanah yang dihadapi oleh
misi InSight NASA pada 2020.
Simulan ini membuka jalan baru bagi penelitian pemanfaatan sumber daya in-situ, yang memungkinkan para ilmuwan bisa mengembangkan dan menguji teknologi untuk mengekstraksi air dari tanah Mars, sebuah kemampuan yang diperlukan untuk menopang pos-pos pionir manusia di Mars di masa depan.
UPRS-1, khususnya, dapat menawarkan tempat pengujian vital untuk komponen misi dan teknik pengambilan sampel ketika China mempersiapkan misi pengembalian sampel Tianwen-3, yang akan diluncurkan sekitar tahun 2028, ungkap penulis utama dalam makalah tersebut, Diao Yiming dari IGG, kepada Xinhua.
Dari perspektif sains, terobosan ini bisa menjadi material untuk digunakan dalam eksperimen simulasi lingkungan Mars, dengan aplikasi dalam bidang astrobiologi, seperti menyelidiki efek mineral tanah liat dan sulfat pada kelangsungan hidup mikroba, jelas tim peneliti.
Selain itu, tim juga mengusulkan prosedur evaluasi yang dapat memfasilitasi desain dan pembuatan simulan baru dengan kemiripan tinggi yang dapat diterapkan untuk tanah dari berbagai wilayah lain di Mars.
Laporan: Redaksi