Angka kelahiran di Vietnam mencapai rekor terendah pada 2024 dengan angka kesuburan total (total fertility rate/TFR) turun menjadi hanya 1,91 anak per wanita, menandai tiga tahun berturut-turut TFR tercatat di bawah tingkat penggantian (replacement level).
Hanoi, Vietnam (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Kesehatan
Vietnam sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan kebijakan dua anak di negara itu karena rendahnya angka kelahiran di negara itu, yang menjadi salah satu yang terendah di Asia Tenggara, demikian dilansir Vietnam News Agency pada Senin (3/3).
Kementerian itu mengusulkan agar pasangan diizinkan untuk menentukan jumlah anak dan pengaturan waktu untuk memiliki anak, serta penanganan terhadap disparitas regional dalam hal tingkat kelahiran.
Sejumlah kereta melaju di jalur kereta layang urban Cat Linh-Ha Dong di Hanoi, Vietnam, pada 9 Oktober 2024. Jalur kereta layang urban Cat Linh-Ha Dong dibangun oleh China Railway Sixth Group sebagai sebuah proyek penting dari sinergi antara Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra China dengan rencana Dua Koridor dan Satu Lingkaran Ekonomi Vietnam. (Xinhua/Yao Qilin)
Angka kelahiran di Vietnam mencapai rekor terendah pada 2024 dengan angka kesuburan total (total fertility rate/TFR) turun menjadi hanya 1,91 anak per wanita, menandai tiga tahun berturut-turut TFR tercatat di bawah tingkat penggantian (replacement level), menurut Otoritas Populasi Vietnam di bawah Kementerian Kesehatan Vietnam.
Angka kelahiran di negara Asia Tenggara tersebut saat ini berada di bawah rata-rata regional, yakni 2,0 anak per wanita.
Laporan: Redaksi