Bayi yak hasil kloning di China memiliki bobot 33,5 kilogram saat lahir, lebih berat dari sebagian besar bayi yak yang baru lahir.
Lhasa, Daerah Otonom Xizang (Xinhua/Indonesia Window) – Seekor
yak hasil kloning lahir melalui operasi caesar pada Kamis (10/7) di basis pembiakan yak di wilayah Damxung, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, kata para peneliti.
Bayi yak hasil kloning tersebut memiliki bobot 33,5 kilogram saat lahir, lebih berat dari sebagian besar bayi yak yang baru lahir, menurut para peneliti.
Reporter Xinhua melihat bayi yak yang seluruh bulunya berwarna hitam itu di tempat pembiakan tersebut pada Jumat (11/7). Bayi yak itu sudah bisa berjalan dan dalam kondisi sehat.
Proyek ini dimulai pada Juli 2023 sebagai inisiatif bersama antara tim peneliti dari Universitas Zhejiang di China timur, pemerintah wilayah Damxung, dan Institut Biologi Dataran Tinggi Daerah Otonom Xizang.
Para staf memeriksa seekor yak hasil kloning di basis pembiakan yak di wilayah Damxung, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 11 Juli 2025. (Xinhua/Jigme Dorje)
Para ilmuwan menggunakan seleksi genom utuh dan teknologi kloning sel somatik untuk menciptakan yak hasil kloning tersebut.
Fang Shengguo, yang memimpin tim peneliti dari Universitas Zhejiang, mengatakan bahwa teknologi kloning akan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas keturunan yak dan membangun sistem pembiakan hewan ternak dataran tinggi di Xizang.
Yak merupakan hewan endemik di Dataran Tinggi Qinghai-Xizang, yang berperan penting sebagai aset mata pencarian utama bagi komunitas penggembala setempat dan juga sebagai bagian integral dari ekosistem dataran tinggi tersebut.
Laporan: Redaksi