Pengiriman bantuan melalui udara kembali dilakukan di tengah peringatan dari organisasi-organisasi kemanusiaan mengenai makin parahnya kelaparan di Gaza, dengan akses terhadap kebutuhan pokok sangat dibatasi sejak Israel menutup semua perlintasan perbatasan ke Jalur Gaza pada Maret lalu.
Gaza/Yerusalem, Palestina/Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Pengiriman bantuan kemanusiaan melalui udara kembali dilakukan di berbagai lokasi di
Jalur Gaza utara pada Sabtu (26/7) malam waktu setempat seiring kondisi kemanusiaan di daerah kantong pesisir tersebut terus memburuk, menurut sejumlah sumber dan saksi mata Palestina.
Sumber-sumber lokal mengatakan kepada Xinhua bahwa sejumlah kotak berisi tepung, gula, dan makanan kaleng dijatuhkan dengan parasut di atas wilayah Sudaniya di Jalur Gaza utara.
Salah satu paket bantuan mendarat di sebuah tenda yang ditempati pengungsi di Jalur Gaza utara, menyebabkan beberapa orang mengalami luka ringan, menurut saksi mata.
Sebelumnya pada Sabtu, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan melalui udara ke Gaza akan dilanjutkan pada malam harinya.
Seorang warga Palestina memanggul bantuan kemanusiaan di Gaza City pada 16 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Pengiriman melalui udara tersebut akan mengirimkan tujuh palet bantuan, termasuk tepung, gula, dan makanan kaleng, yang disediakan oleh organisasi-organisasi internasional, demikian disampaikan IDF, seraya mengumumkan rencana membangun koridor kemanusiaan khusus yang memungkinkan pergerakan konvoi PBB yang aman di Gaza.
Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menyampaikan pihaknya telah memutuskan untuk segera melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui udara ke Jalur Gaza.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan mengatakan upaya bantuan UEA akan terus berlanjut "melalui darat, udara, dan laut" guna memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang paling terdampak di Gaza.
Pengiriman bantuan melalui udara kembali dilakukan di tengah peringatan dari organisasi-organisasi kemanusiaan mengenai makin parahnya kelaparan di Gaza, dengan akses terhadap kebutuhan pokok sangat dibatasi sejak
Israel menutup semua perlintasan perbatasan ke Jalur Gaza pada Maret.
Laporan: Redaksi