Pinjaman berbasis kebijakan dari ADB sebesar 500 juta dolar AS bertujuan untuk memperkuat modernisasi sistem perpajakan Indonesia yang akan meningkatkan efisiensi penarikan pajak, mendorong pemerataan ekonomi, dan menjaga ketahanan fiskal guna mendanai layanan-layanan publik yang penting dan tujuan pembangunan jangka panjang.
Manila, Filipina (Xinhua/Indonesia Window) – Asian Development Bank (
ADB) pada Kamis (14/8) mengatakan bahwa pihaknya telah menyetujui pinjaman berbasis kebijakan sebesar 500 juta dolar AS untuk memperkuat modernisasi
sistem perpajakan Indonesia yang akan meningkatkan efisiensi penarikan pajak, mendorong pemerataan ekonomi, dan menjaga ketahanan fiskal guna mendanai layanan-layanan publik yang penting dan tujuan pembangunan jangka panjang.
*1 dolar AS = 16.237 rupiah
Pinjaman tersebut menandai yang pertama dari tiga subprogram di bawah Program Mobilisasi Sumber Daya Domestik ADB untuk Indonesia, kata bank yang berbasis di Manila itu dalam siaran pers.
"Program ini menandai momen penting dalam mendukung agenda keberlanjutan fiskal Indonesia," kata Jiro Tominaga, country director ADB untuk Indonesia.
"Dengan memodernisasi administrasi perpajakan melalui digitalisasi dan memperkuat kerja sama perpajakan internasional, Indonesia akan berada pada posisi yang lebih baik untuk membiayai prioritas pembangunannya sembari menjaga stabilitas makroekonomi," jelas Jiro.
Laporan: Redaksi