Tarif Trump akan merugikan neraca perdagangan Meksiko dengan membuat ekspornya menjadi lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli AS.
Mexico City, Meksiko (Xinhua/Indonesia Window) – Usulan tarif Amerika Serikat (AS) sebesar
30 persen untuk barang-barang Meksiko dapat memangkas pertumbuhan ekonomi Meksiko sebesar 1 poin persentase untuk tahun depan, menurut estimasi Moody's Analytics pada Selasa (15/7).
Lembaga pemeringkat kredit tersebut mengatakan bahwa estimasi itu didasarkan pada tarif yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 12 Juli, yang mulai berlaku pada Agustus.
Tarif tersebut akan merugikan neraca perdagangan Meksiko dengan membuat ekspornya menjadi lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli AS. Penurunan permintaan pada akhirnya akan berdampak terhadap produksi dan lapangan kerja domestik, kata Alfredo Coutino, kepala riset ekonomi Amerika Latin di Moody's Analytics.
Laporan Moody's mengindikasikan bahwa dampak langsung akan terlihat pada penurunan 3,4 persen dalam volume ekspor Meksiko ke AS dalam tiga bulan pertama di bawah penerapan tarif baru tersebut. Selama satu tahun penuh, total ekspor dapat turun 2,6 poin persentase, dengan mempertimbangkan dampak tambahan pada impor, nilai tukar, dan sejumlah faktor lainnya.
Karena ekspor riil menyumbang sekitar 40 persen dari produk domestik bruto (PDB) riil, dan sebagian besar dari ekspor tersebut masuk ke pasar AS, maka tarif dapat mengurangi PDB sekitar 1 poin persentase sepanjang tahun, ujar Coutino.
Ekonomi Meksiko, yang terbesar kedua di Amerika Latin setelah Brasil, melambat pada 2024 dengan pertumbuhan 1,4 persen, turun dari 3,3 persen pada tahun sebelumnya, menurut data resmi.
Tarif baru tersebut akan bergabung dengan hambatan perdagangan AS lainnya yang sudah diterapkan, termasuk bea untuk baja dan aluminium serta kuota impor tomat yang baru-baru ini diberlakukan.
Laporan: Redaksi