Tentara Israel akan tetap berada di dalam kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, dan jika diperlukan, juga akan beroperasi di kamp-kamp tambahan.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, pada Selasa (22/7) mengatakan bahwa Israel harus bertindak untuk meraih kemenangan penuh dalam
perang di Gaza.
Katz berbicara dalam sebuah asesmen situasi
multifront bersama Kepala Angkatan Darat Israel Eyal Zamir, dan para komandan senior lainnya, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor menhan tersebut.
"Kita berada di titik terdekat untuk mencapai tujuan perang. Masih ada dua
front terbuka yang tersisa, yakni di Gaza dan Yaman, dan kita harus berupaya meraih kemenangan penuh di kedua wilayah tersebut," ungkap Katz.
Pernyataan itu disampaikan di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung di Doha, Qatar,
perihal kesepakatan gencatan senjata di Gaza, serta laporan di media Israel sebelumnya pada hari yang sama tentang kemajuan yang signifikan.
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 19 Mei 2025 ini menunjukkan sejumlah pasukan Israel saat menjalankan operasi di Jalur Gaza. (Xinhua/IDF)
Menurut pernyataan tersebut, Katz menekankan pentingnya mencapai tujuan perang yang telah ditetapkan, terutama pemulangan seluruh sandera Israel dan penyerahan diri Hamas.
Dia menambahkan bahwa ada kemungkinan dimulainya kembali perang melawan Iran, seraya menekankan perlunya mempertahankan "pencapaian" dari perang singkat bulan lalu, serta merumuskan rencana penegakan yang efektif guna memastikan Iran tidak memulihkan proyek-proyek nuklir dan rudalnya.
Selain itu, Katz juga mengeklaim bahwa keberadaan tentara Israel di titik-titik pemeriksaan dan zona keamanan di berbagai sektor, termasuk di Suriah dan Lebanon, merupakan "kebutuhan keamanan" untuk perlindungan komunitas-komunitas Israel.
Dia menambahkan bahwa tentara Israel akan tetap berada di dalam kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, dan jika diperlukan, juga akan beroperasi di kamp-kamp tambahan.
Laporan: Redaksi