Langkah-langkah pembatasan Israel di Gaza menargetkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), termasuk penolakan perpanjangan visa bagi seorang pejabat senior OCHA dan pembatasan visa selama sebulan bagi staf internasional badan tersebut.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Danny Danon pada Rabu (23/7) mengumumkan langkah-langkah pembatasan yang menargetkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (
OCHA), termasuk penolakan perpanjangan visa bagi seorang pejabat senior OCHA dan pembatasan visa selama sebulan bagi staf internasional badan tersebut.
OCHA merespons bahwa pengurangan staf dapat menghambat "upaya yang sudah sangat terbatas."
"Hari ini, saya mengumumkan bahwa Israel akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa apa yang selama ini terjadi dengan OCHA tidak akan berlanjut," kata Danon dalam sebuah debat terbuka Dewan Keamanan PBB. "Israel tidak akan lagi memberikan visa secara otomatis kepada staf internasional OCHA. Kini, visa akan dibatasi hanya untuk jangka waktu satu bulan."
Jonathan Whittall, kepala kantor OCHA untuk wilayah Palestina yang diduduki, tidak akan mendapatkan perpanjangan visa dan akan meninggalkan Israel paling lambat 29 Juli, ujar Danon.
Perwakilan tetap Israel di PBB itu mengeklaim bahwa Whittall "secara konsisten dan terang-terangan menunjukkan bias dan agendanya terhadap Negara Israel."
Danon mengatakan ratusan karyawan OCHA sedang menjalani pemeriksaan keamanan oleh Israel, dan izin bagi sejumlah karyawan penting tidak akan diperpanjang.
Merespons pengumuman tersebut, juru bicara OCHA Eri Kaneko mengatakan, "Setiap pengurangan staf kami akan menghambat upaya kami yang sudah terbatas untuk menjangkau
warga sipil di seluruh Gaza, yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa."
Laporan: Redaksi