Situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Gaza semakin memburuk karena serangan Israel dan blokade bantuan selama tujuh pekan.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) pada Ahad (20/4) mengatakan bahwa 69 persen wilayah Jalur Gaza berada di bawah perintah pengungsian aktif Israel.
Tentara Israel mengeluarkan sedikitnya 20 perintah pengungsian antara 18 Maret dan 14 April, kata UNRWA dalam sebuah pernyataan pers, seraya menambahkan bahwa badan tersebut "saat ini mengoperasikan 115 tempat penampungan di seluruh Gaza, yang menampung lebih dari 90.000 pengungsi."
Sekitar 420.000 orang telah mengungsi kembali sejak gencatan senjata kolaps pada 18 Maret, katanya, sekaligus memperingatkan bahwa
situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Gaza semakin memburuk karena serangan Israel dan blokade bantuan selama tujuh pekan.
UNRWA menekankan perlunya gencatan senjata lebih awal, pembebasan semua sandera, serta aliran bantuan kemanusiaan dan pasokan komersial yang tidak terbatas ke Gaza.
Anak-anak Palestina yang mengungsi terlihat di Universitas Islam Gaza (Islamic University of Gaza), yang rusak akibat pengeboman Israel, di Gaza City, pada 11 April 2025. Universitas Islam Gaza, salah satu universitas terbesar di Jalur Gaza, kini diubah menjadi tempat perlindungan bagi ratusan keluarga Palestina. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel memblokir masuknya semua bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak 2 Maret. Israel kemudian mengakhiri gencatan senjata selama dua bulan dengan Hamas pada 18 Maret dan kembali melancarkan berbagai serangan udara dan darat yang mematikan di daerah kantong tersebut.
Serangan-serangan baru Israel sejauh ini mengakibatkan 1.827 warga Palestina tewas dan 4.828 orang lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza pada Ahad, seraya menambahkan jumlah korban tewas di daerah kantong tersebut sejak perang dimulai pada Oktober 2023 bertambah menjadi 51.201 orang, dengan 116.869 orang terluka.
Laporan: Redaksi